PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, mengimbau masyarakat agar tidak ikut-ikutan mengomentari konflik geopolitik yang tengah terjadi di dunia, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Hal tersebut disampaikannya menyikapi situasi global yang memanas, di tengah momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Kita sebagai masyarakat Kalteng yang selalu menjunjung falsafah Huma Betang, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” ujarnya saat ditemui di Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Sabtu, 21 Maret 2026.
Menurutnya, masyarakat sebaiknya tidak terprovokasi atau terlibat dalam perdebatan terkait konflik internasional, melainkan lebih mengedepankan doa agar situasi segera mereda.
“Kita mendoakan saja, tidak usah ikut-ikutan mengomentari terjadinya peperangan itu, tetapi justru mendoakan agar cepat selesai supaya kembali normal,” katanya.
Edy menilai, kondisi geopolitik global yang memanas saat ini menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan situasi tersebut sebagai bahan introspeksi, bahwa perdamaian dan persaudaraan merupakan kunci dalam menciptakan kehidupan yang harmonis.
“Maknanya, di tengah suasana geopolitik yang kencang ini, kita harus menyadari pentingnya kebersamaan dan persaudaraan. Itu yang akan membawa kita menuju kedamaian,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, jika kondisi keamanan terjaga dengan baik, maka aktivitas ekonomi juga akan berjalan stabil dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau stabilitas keamanan terjaga dengan baik, tentu ekonomi kita juga akan baik,” tegasnya.
Ia pun berharap momentum Idulfitri dapat dimanfaatkan seluruh pihak untuk memperkuat solidaritas, menjaga persatuan, serta mengedepankan nilai-nilai perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.
“Momentum Lebaran ini mari kita jadikan sebagai ajang introspeksi untuk terus menjaga kebersamaan dan kedamaian,” pungkasnya.
(Sya'ban)












