SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui kegiatan internal aparatur sipil negara menggelar sosialisasi pencegahan HIV/AIDS sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap isu kesehatan, Rabu 1 April 2026, usai pengambilan sumpah janji PNS.
Asisten III Setda Kotim, Bima Ekawardhana menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesadaran bersama, mengingat HIV/AIDS masih menjadi isu kesehatan global.
“Pada kesempatan ini juga dilaksanakan sosialisasi mengenai pencegahan HIV/AIDS. Hal ini sangat penting mengingat HIV/AIDS masih menjadi isu kesehatan global yang memerlukan perhatian dan kepedulian kita bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang terkontaminasi, serta dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa HIV/AIDS tidak menular melalui interaksi sosial biasa. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya ASN, diminta tidak memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS.
“Perlu kita pahami bersama bahwa HIV/AIDS tidak menular melalui kontak sosial biasa seperti berjabat tangan, berpelukan, atau berbagi makanan. Karena itu, kita harus menghindari stigma dan diskriminasi terhadap ODHA,” tegasnya.
Bima juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti sosialisasi dengan serius agar dapat memahami secara menyeluruh materi yang disampaikan narasumber.
“Diharapkan PNS dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik dan berpartisipasi aktif, sehingga pengetahuan kita tentang cara penularan dapat meningkat, sekaligus mendorong perilaku hidup sehat guna menurunkan angka infeksi baru,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sebagai PNS, setiap ASN memiliki tanggung jawab untuk turut memberikan edukasi kepada masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam pencegahan HIV/AIDS.
“ASN juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mendukung program pemerintah, serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan inklusif,” pungkasnya. (nardi)












