Harga Tanah dan Pasir Urug di Sampit Naik Dampak Kenaikan BBM Non-Subsidi

IST/BERITASAMPIT - Tanah urug di Kotim.

SAMPIT – Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai dirasakan di berbagai sektor, termasuk material konstruksi di Kabupaten (Kotim). Salah satunya terjadi pada penjualan tanah urug dan pasir di wilayah Sampit, Senin 20 April 2026.

Kenaikan harga tersebut disampaikan oleh pihak salah satu CV yang berlokasi di Km 16 Sampit melalui akun media sosial mereka.

Siti Muanah selaku pemilik usaha menyampaikan sejak Minggu 19 April 2026, harga material mengalami penyesuaian yaitu naik Rp50 ribu per rit akibat meningkatnya biaya operasional, terutama pada sektor transportasi.

“Untuk harga terbaru, tanah urug kini dibanderol sebesar Rp250 ribu per rit. Sementara itu, pasir dijual dengan harga Rp550 ribu per rit,” kata pemilik usaha tanah dan pasir urug.

Kenaikan ini disebut sebagai dampak langsung dari melonjaknya harga BBM non-subsidi yang mempengaruhi ongkos distribusi.

Pihak CV menyampaikan permohonan pengertian kepada pelanggan atas penyesuaian harga tersebut. Mereka berharap kondisi ini dapat dimaklumi mengingat kenaikan biaya yang tidak dapat dihindari.

“Kami mohon maaf atas kenaikan harga ini dan berharap pelanggan bisa memahami kondisi yang terjadi saat ini,” demikian disampaikan pihak perusahaan.

Salah satu warga Sampit Ilman yang biasa membeli pasir urug mengaku belum tahu harga terbaru setelah kenaikan BBM non subsidi.

Ia menyebutkan harga pasir urug sekitar dua pekan lalu sekitar Rp450-500 ribu, pasir putih cor Rp550 ribu, pasir cor bangkal Rp600 ribu.

“Itu harga normal sekitar dua Minggu lalu, kalau ada kenaikan mungkin Rp50 sampai Rp100 ribu. Kenaikan BBM ini diperkirakan berdampak pada biaya angkut pasir urug dan tentunya biasa pembangunan juga akan meningkat,” ujarnya.

Masyarakat berharap agar situasi perang di timur tengah bisa mereka karena merupakan penyebab harga minyak naik. Serta ada solusi dari pemerintah maupun pihak terkait bagaimana mengendalikan harga supaya kenaikan tidak terlalu signifikan. (Nardi)

baca juga ...  PGRI Seranau Memperingati Maulid Nabi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!