PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Sugian Noor, mewakili Bupati Seruyan menghadiri kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Tengah Tahun 2026. Acara tersebut digelar di Hotel M Bahalap, Kamis 23 April 2026.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Momentum tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) guna memperkuat sinergi ekonomi serta konektivitas antarwilayah.
Misi dagang ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pelaku usaha dari kedua provinsi untuk saling memasok komoditas unggulan, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas. Selain itu, forum ini juga berperan sebagai wadah mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, serta asosiasi guna memperkuat jejaring kemitraan.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi investasi yang sangat strategis dan prospektif. Ia menjelaskan, pengembangan wilayah telah dibagi ke dalam tiga zona utama, yakni zona barat, tengah, dan timur yang masing-masing memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif.
“Melalui temu usaha dan misi dagang ini, kita dapat memperluas akses pasar, memperkuat jejaring kemitraan, serta membuka peluang kerja sama baru yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam mengembangkan potensi industri dan perdagangan. Menurutnya, sinergi ini akan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan daya saing produk unggulan daerah di tingkat nasional maupun global.
Kerja sama yang terjalin mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari perindustrian dan perdagangan, kehutanan, perkebunan, kelautan dan perikanan, hingga tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Selain itu, keterlibatan Dinas Koperasi dan UKM, BUMD, serta asosiasi pengusaha seperti Kadin dan IWAPI dari kedua provinsi turut memperkuat implementasi kerja sama tersebut.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun kemitraan yang lebih solid dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan investasi, sehingga mampu mendorong pemerataan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah dan Jawa Timur.
(ASY)












