Dinkes Petakan Kebutuhan Dokter Spesialis

IST/BERITASAMPIT - Kepala Dinas , Ari Junita.

– Dinas (Dinkes) Kabupaten mulai memetakan kebutuhan dokter spesialis untuk mendukung peningkatan layanan di daerah. 

Pemetaan tersebut dilakukan agar penambahan tenaga dokter spesialis di rumah sakit dapat diikuti dengan kesiapan sumber daya pendukung dan sarana prasarana yang memadai.

Kepala Dinas , Ari Junita, mengatakan kebutuhan dokter spesialis tidak bisa dipenuhi secara parsial. Setiap penambahan satu dokter spesialis harus diimbangi dengan kesiapan tenaga pendukung, fasilitas, serta peralatan yang sesuai dengan bidang keahliannya.

“Tahun ini kami sudah memetakan dokter spesialis apa saja yang dibutuhkan. Misalnya pada tahun 2027 akan masuk dokter spesialis urologi, maka harus diimbangi dengan satu paket pendukung, seperti perawat, tenaga pendamping yang memiliki kompetensi dan sertifikasi, serta fasilitas dan alat yang diperlukan,” ujarnya.

Menurut Ari, penyiapan tenaga medis berbeda dengan kebutuhan pegawai pada sektor administrasi. Kehadiran seorang dokter spesialis memerlukan dukungan layanan yang lengkap agar dapat bekerja secara optimal dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, penambahan satu tenaga medis spesialis secara otomatis akan diikuti dengan kebutuhan tambahan lainnya, mulai dari sumber daya manusia, peralatan medis, hingga sarana penunjang pelayanan .

Karena itu, Dinkes melakukan perencanaan secara bertahap dan terukur agar pengembangan layanan , khususnya layanan spesialis, dapat berjalan sesuai kebutuhan daerah dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Sebelumnya, Ari Junita juga menyebutkan jumlah tenaga di wilayah setempat, seperti bidan, perawat, dan tenaga farmasi, secara umum telah mencukupi kebutuhan pelayanan . Namun, persoalan yang masih dihadapi saat ini adalah distribusi tenaga yang belum merata di seluruh fasilitas .

baca juga ...  Jangan Percaya Calo Dapat Luluskan Peserta Tes CPNS

Ari Junita, mengatakan apabila dihitung berdasarkan jumlah fasilitas yang ada, kebutuhan tenaga sebenarnya telah terpenuhi. Akan tetapi, sebagian besar tenaga masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. (enn)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!