EDITOR: Akhiruddin
KASONGAN – Jakaria (28) warga Desa Tumbang Kaman, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan harus menerima kenyataan karena kakinya belum kunjung sembuh pasca operasi setahun yang lalu.
Tidak adanya biaya berobat menjadi alasan Jakaria memilih untuk membiarkan kakinya dalam kondisi sakit. Jakaria pada 30 Januari 2018 lalu mengalami kecelakaan di Tangkiling, Kota Palangka Raya.
Saat itu Jakaria merupakan korban tabrak lari, dan harus mendapatkan perawatan intensif. Bahkan karena luka yang dideritanya, Jakaria harus dioperasi pada bagian kakinya, pada 9 Februari 2018 di RSUD Doris Sylvanus.
Usai dioperasi, seharusnya Jakarian harus rutin mengontrol kondisi kakinya pasca operasi. Hanya karena tidak memiliki biaya, maka Jakaria hanya bisa pasrah di rumahnya.
“Saat kejadian itu, Jakaria sempat di rawat dan dioprasi. Cuman setelah itu tidak ada kelanjutan pemeriksaan kesehatan karena tidak ada dana untuk pengobatan sampai sekarang ini,” terang Mohammad Noor warga kasongan yang mewakili Jakaria.
Muhammad Noor berharap warga desa Tumbang Kaman ini bisa mendapatkan bantuan untuk pengobatan lanjutan. “Untuk biaya makan sehari-sehari pun hanya pemberian dari warga setempat,” katanya. (ar/beritasampit.co.id)












