Polres Bertindak Cepat Atasi Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Nanga Bulik

ANDRE/BERITASAMPIT - Kapolres AKBP Bronto Budiyono dan Kasat Reskrim Polres Pelni saat diwawancarai awak media.

NANGA BULIK – Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Nanga Bulik memicu langkah cepat dari Polres . Kapolres , AKBP Bronto Budiyono, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi dan pengawasan ketat terhadap distribusi guna memastikan harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kami telah menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kg di Nanga Bulik. Selain itu, kami akan menindak pangkalan dan toko kelontong yang menjual di atas HET,” ujar AKBP Bronto Budiyono pada Sabtu, 22 Februari 2025.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan dugaan adanya praktik curang oleh agen dan pengecer di beberapa . Polres berjanji akan menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan penyelewengan distribusi demi memastikan ketersediaan gas bagi masyarakat.

Mereka diduga menjual gas bersubsidi dengan harga lebih tinggi dari yang ditetapkan atau menyalurkannya tidak sesuai peruntukan.

Kapolres menegaskan, pengawasan ini dilakukan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan gas elpiji bersubsidi dengan harga yang wajar.

“Tidak semua toko kelontong boleh menjual gas elpiji 3 kg. Ada aturan dari pemerintah daerah yang harus dipatuhi,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat melaporkan jika menemukan penjualan gas elpiji dengan harga tinggi atau adanya oknum yang menimbun barang tersebut.

“Jika ada pelanggaran, kami tidak akan segan menindak sesuai yang berlaku,” tandasnya.

(Andre)

baca juga ...  Perang Melawan Narkoba! Polres Kotim Gulung 30 Tersangka Sejak Awal 2025
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!