SAMPIT – Orlando Ferrari, alumni SMA Negeri 1 Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi salah satu lulusan terbaik Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2025.
Orlando berhasil menyelesaikan studi S1 di Program Studi Matematika dalam waktu 3,5 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4,00.
IPK yang diraihnya merupakan nilai tertinggi dibandingkan rata-rata IPK lulusan S1 UGM periode Februari 2025 yang tercatat sebesar 3,54.
Meskipun meraih IPK sempurna, perjalanan akademik Orlando tidak selalu mulus. Ia menyampaikan awalnya gagal lolos ke UGM melalui jalur prestasi (SNMPTN, kini SNBP).
“Namun akhirnya diterima melalui SBMPTN di Program Studi Matematika,” ungkapnya. Jumat 28 Februari 2025.
Ia menceritakan saat memasuki semester pertama di UGM pada 2021, Orlando kehilangan sang ayah yang meninggal dunia. Kejadian ini menjadi pukulan berat baginya, mengingat sang ayah adalah sosok yang sangat mendukung pendidikannya di UGM.
Namun dirinya memilih bangkit dan aktif di organisasi kampus. Ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) dan mulai mengenal dunia olimpiade matematika. Pada 2022, ia memberanikan diri mengikuti seleksi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT).
Hingga berhasil menjadi salah satu dari lima mahasiswa UGM yang lolos ke tingkat nasional. Hasilnya, ia meraih medali perunggu dalam ajang tersebut.
Orlando kembali mengikuti ON MIPA-PT 2023 di Bandung dengan persiapan lebih matang. Kali ini, ia berhasil meraih medali emas dan berhak mewakili Indonesia di International Mathematics Competition (IMC) 2023 di Bulgaria. Di ajang internasional tersebut, ia berhasil meraih Second Prize (medali perak), mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Setelah lulus, Orlando mengisi waktu dengan menjadi pengajar bagi peserta olimpiade sembari mempersiapkan diri untuk studi lanjut. Ia berpesan kepada calon mahasiswa agar tidak berkecil hati jika gagal dalam satu jalur seleksi masuk perguruan tinggi, karena selalu ada alternatif lain untuk meraih mimpi.
Selain itu, ia juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak terlalu menekan diri dalam menjalani perkuliahan. Menurutnya, setiap orang memiliki tantangan masing-masing, dan meminta bantuan saat menghadapi kesulitan adalah hal yang wajar.
“Jika mengalami kesulitan, jangan ragu meminta bantuan kepada orang lain. Kita semua saling membutuhkan,” pesan Orlando.
(Nardi)












