SUKAMARA – Langit pagi di Desa Kartamulia, Kecamatan Sukamara, masih berselimut kabut tipis ketika tim teknis dari UPT Balai Perlindungan Perkebunan dan Pengawas Benih (BP3B) Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah mulai turun ke lapangan.
Mereka membawa misi penting: mengawasi dan memastikan mutu benih kelapa sawit di sejumlah pembibitan swasta di Kabupaten Sukamara.
Kegiatan sertifikasi yang berlangsung sejak 22 hingga 23 April 2025 ini bukan sekadar rutinitas. Di tengah meningkatnya permintaan pasar akan benih sawit unggul dan legal, BP3B menggencarkan pengawasan terpadu untuk mendorong pembibitan yang sesuai dengan standar nasional.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran adalah kebun milik PT. Sungai Rangit di Desa Kartamulia. Selain aspek teknis budidaya, tim juga meninjau pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan kesiapan sarana pendukung.
“Sertifikasi ini bagian dari upaya menjaga keberlanjutan perkebunan sawit kita,” ujar Kepala UPT BP3B, David Hariyanto, mewakili Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah, H. Rizky Ramadhana Badjuri.
Dari hasil pengawasan di lapangan, tiga perusahaan pembibitan sawit di Kabupaten Sukamara dinyatakan lolos sertifikasi benih oleh tim BP3B.
Yang pertama adalah CV. Sarana Multi Mulia, berlokasi di Desa Natai Sedawak. Perusahaan ini berhasil menyertifikasi 15.000 batang benih pre-nursery varietas DxP Dami Mas, serta 23.000 batang benih main nursery DxP FR.1 dan DxP FR.2. Benih-benih tersebut bersumber dari dua perusahaan nasional: PT. Dami Mas Sejahtera dan PT. Panca Surya Garden.
Lalu di Desa Kenawan, PT. Kenawan Agro Sejahtera menyertifikasi 10.000 batang benih main nursery varietas DxP BL.7, yang berasal dari sumber benih PT. PP London Sumatra Indonesia, Tbk., salah satu produsen benih unggul dengan rekam jejak panjang di industri sawit nasional.
Hari berikutnya, tim bergeser ke Desa Balai Riam. Di sana, CV. Bukit Sawa Makmur mencatatkan hasil sertifikasi benih sebanyak 9.218 batang sawit varietas DxP SJ.5 (Klon Dami Komposit) dari PT. Bina Sawit Makmur, Palembang. Varietas ini dikenal tahan terhadap kondisi iklim tropis ekstrem dan memiliki potensi hasil tandan buah segar yang tinggi.
Total lebih dari 57 ribu batang benih kelapa sawit di Sukamara kini mengantongi sertifikat resmi dari BP3B. Namun, David mengingatkan, sertifikasi hanyalah permulaan dari proses panjang menjaga mutu benih hingga ke tahap penanaman.
“Kami arahkan juga agar para pengusaha melakukan pembenahan berkelanjutan, baik dari sisi teknis budidaya maupun manajemen usaha pembibitan,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan rutin seperti ini akan terus dilakukan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Standar yang digunakan mengacu pada Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 4 Tahun 2025, yang mengatur produksi, sertifikasi, peredaran, dan pengawasan benih kelapa sawit secara nasional.
(Sya'ban)












