SAMPIT – Sungai Mentaya kembali menjadi saksi bisu praktik ilegal. Seorang Anak Buah Kapal (ABK) Tugboat dipergoki warga saat tengah melakukan aksi “kencing solar” alias transfer bahan bakar ilegal saat kapal tengah tambat di pinggiran sungai.
Aktivitas itu dilakukan tepatnya di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur dan telah berlangsung sejak lama setiap dini hari.
Saat dipergoki warga, para ABK terlihat sedang menurukan puluhan jeriken besar di lanting tempat tugboat tersebut bertambat, momen itupun diabadikan warga dengan kamera ponsel.
Parahnya, aktivitas itu sangat dekat dengan dermaga milik PT Pertamina sehingga membuat warga khawatir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi.
Apalagi sekitar lokasi adalah pemukiman yang sangat padat penduduk karena rumah warga yang saling berdekatan satu sama lain.
“Sebagai warga di sini kami merasa sangat terganggu, aktivitas jual beli BBM ilegal ini berdekatan dengan dermaga Pertamina, dan bisa memicu terjadinya hal yang tidak diinginkan,” kata warga.
Adapun modus pelaku, yakni tugboat yang biasa dipergunakan untuk menarik tongkang, bersandar di salah satu lanting warga. BBM yang digunakan tugboat sebagiannya dijual kepada penampung.
“Sepengetahuan kami, BBM yang dijual bisa mencapai ribuan liter,” ungkapnya.
Mereka pun kini berharap sepenuhnya agar kasus tersebut bisa menjadi perhatian serius bagi pihak berwajib dan pelakunya dapat ditindak tegas sesuai dengan undang-undang yang ada.
(Jimmy)












