JAKARTA– Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Alimudin Kolatlena, menyatakan komitmen kuatnya untuk mendukung pembangunan rumah sakit representatif di Namlea, Kabupaten Buru, serta rencana pembangunan lima rumah sakit lainnya di Provinsi Maluku.
Menurut Kolatlena, langkah ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keadilan akses pelayanan kesehatan di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku, yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
“Ya, saya kira pentingnya pembangunan rumah sakit di Namlea sebagai langkah awal untuk mengatasi disparitas pelayanan kesehatan di Maluku,” tutur Kolatlena, Rabu 16 Juli 2025.
Mengingat, kata Kolatlena, provinsi Maluku memiliki karakteristik kepulauan yang membuat distribusi layanan kesehatan menjadi tantangan besar.
Artinya, Kolatlena menilai pembangunan rumah sakit di Namlea dan kabupaten lainnya seperti Buru Selatan, Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, dan Maluku Tenggara adalah jawaban konkret untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Mantan Anggota DPRD Provisi Maluku ini juga mengapresiasi pernyataan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, termasuk dokter umum, dokter spesialis, tenaga medis, dan aparatur sipil negara (ASN) yang mampu mengoperasikan fasilitas modern.
Namun, Kolatlena menambahkan bahwa tantangan utama bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan keberlanjutan operasional rumah sakit melalui penyediaan tenaga medis yang memadai dan sistem logistik yang andal.
“Saya mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk bekerja sama dalam menyusun program pelatihan intensif bagi tenaga kesehatan di Maluku. Kita perlu dokter dan tenaga medis yang tidak hanya kompeten, tetapi juga bersedia bertugas di daerah terpencil. Selain itu, sistem rantai pasok obat-obatan dan alat kesehatan harus diperkuat mengingat tantangan geografis Maluku,” jelas Alimudin.
Menurut Alimudin, pembangunan rumah sakit ini juga harus selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Terkait peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit di Namlea yang akan dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi pada Kamis 17 Juli besok, Alimudin berharap acara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen semua pihak.
Kolatlena juga menyampaikan optimismenya bahwa pembangunan rumah sakit di Maluku akan berjalan bertahap dan menjangkau seluruh kabupaten/kota, sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto.
DPR RI Sebagai bagian dari pengawasan, Alimudin akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan kementerian terkait untuk memastikan bahwa pembangunan rumah sakit ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Maluku.
“Karena pembangunan kesehatan adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Maluku. Saya berharap proyek ini tidak hanya meningkatkan akses kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup,” pungkas Alimudin Kolatlena.
(adista)












