PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengungkapkan bahwa selama menjabat sebagai gubernur sejak Februari 2025, ia tidak pernah mengambil atau menggunakan gaji bulanannya. Agustiar mengaku, penghasilannya sebagai kepala daerah disalurkan seluruhnya untuk kegiatan sosial dan amal bagi masyarakat.
“Saya saja enggak pernah lihat gaji, enggak mau lihat gaji. Saya ini sudah dikasih rezeki yang lain. Sebelum jadi gubernur, saya pengusaha,” ujar Agustiar di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Selasa, 28 Oktober 2025.
Saat ditanya kemana gaji tersebut dialokasikan, Agustiar menjelaskan bahwa semua digunakan untuk membantu masyarakat Kalimantan Tengah.
“(Gaji saya) untuk masyarakat Kalimantan Tengah, untuk beribadah, untuk beramal,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan Agustiar saat menegaskan kebijakan pemotongan tunjangan bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng. Ia menegaskan, kebijakan efisiensi ini juga berlaku untuk dirinya selaku kepala daerah.
“PPPK mana ada tunjangan. Semua tunjangan pegawai dipotong, apalagi kepala daerah. Kami saja enggak pernah lihat gaji,” tuturnya.
Menurut Agustiar, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah efisiensi daerah menyusul berkurangnya dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Kalau gaji pegawai tidak dikurangi, tapi tunjangan pasti dipotong,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Kalteng juga meniadakan kegiatan rapat di hotel. Seluruh pertemuan resmi diminta digelar di kantor masing-masing perangkat daerah untuk menghemat anggaran.
“Selain tunjangan yang dipotong, rapat-rapat harus di kantor, tidak ada lagi rapat di hotel,” tegasnya.
Agustiar juga mengimbau masyarakat ikut memantau pelaksanaan kebijakan tersebut agar seluruh instansi di lingkungan Pemprov Kalteng benar-benar mematuhi aturan efisiensi yang diberlakukan.
(Sya'ban)












