SAMPIT – Aida Islamiah, siswi SMK Negeri 1 Sampit Kotawaringin Timur (Kotim) jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) berhasil meraih Juara II dalam lomba menulis surat untuk Bupati Kotim tahun 2025.
Meski masih belia, Aida mampu menunjukkan kedewasaan dalam menuangkan ide dan gagasan lewat sepucuk surat yang ditujukan kepada kepala daerah. Ia mewakili sekolahnya dan tampil sebagai peserta yang membawa harapan besar generasi muda terhadap kemajuan daerah.
Tak hanya itu, Aida juga dikenal aktif dan berprestasi di bidang lain. Ia menyabet Juara II dalam ajang O2SN Karate tingkat kabupaten tahun 2024 pada kategori kata dan komite yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kotim.
Di bulan Ramadhan 2025, ia kembali menorehkan prestasi sebagai Juara I dalam lomba konten kreator kelompok yang diadakan komunitas One Day One Juz (ODOJ) Kotim.
“Lewat lomba ini saya merasa lebih termotivasi untuk terus belajar menulis. Dunia jurnalistik ternyata bisa menjadi media yang menyenangkan untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan,” ujar Aida, Rabu 28 Mei 2025.
Ia mengaku bahwa menulis surat untuk seorang pemimpin daerah merupakan tantangan tersendiri. Menurut dia, tidak hanya soal teknik menulis, tetapi juga bagaimana menangkap harapan masyarakat dan menuangkannya dalam bentuk kata-kata.
“Saya berharap apa yang kami tulis bisa menjadi masukan dan motivasi bagi pemerintah dalam membangun daerah,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Irfansyah, menyampaikan apresiasinya kepada para pelajar yang aktif meningkatkan kemampuan literasi. Menurutnya, arus digitalisasi yang kian deras jangan sampai mengikis semangat membaca dan menulis di kalangan generasi muda.
“Kompetensi dan minat pelajar harus terus diasah. Peran guru dan tenaga pendidik penting dalam membimbing serta menciptakan suasana belajar yang kreatif dan inspiratif,” kata Irfansyah.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung anak-anak agar memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif.
“Seperti lomba menulis surat ini, bisa menjadi sarana mengasah bakat di bidang jurnalistik dan membentuk karakter generasi yang peka terhadap lingkungan sekitar,” tutupnya. (nardi)












