KUALA KURUN – Semarak perayaan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Gunung Mas mencapai puncaknya dengan penutupan resmi rangkaian kegiatan Pameran UMKM dan Festival Budaya Mihing Manasa (FBMM) di Stadion Mini Kuala Kurun. Sabtu 21 Juni 2025 malam.
Acara penutupan dipimpin langsung oleh Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong didampingi oleh Wakil Bupati Efrensia L.P. Umbing, unsur Forkopimda, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, serta ribuan masyarakat yang memadati area kegiatan.
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari panitia, pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang turut serta menyemarakkan peringatan HUT ke-23 Kabupaten Gunung Mas.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan pihak-pihak yang telah bekerja keras dari tahap persiapan hingga pelaksanaan malam puncak. Ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam membangun daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan daerah merupakan proses berkelanjutan yang memerlukan perencanaan matang, waktu, dan komitmen bersama.
Ia memastikan bahwa, pemerintah daerah akan terus fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari infrastruktur, jaringan telekomunikasi, listrik, air bersih, pendidikan, hingga layanan kesehatan yang berkualitas.
“Kami tahu betul apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Bersama Ibu Wakil Bupati, kami berkomitmen untuk menjawab amanah ini. Apa yang belum tercapai di periode sebelumnya, akan kami lanjutkan dan maksimalkan di periode pembangunan 2025-2030,” tegas Jaya Samaya Monong.
Dengan mengusung tema “Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan”, perayaan HUT ke-23 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan Gunung Mas menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Penutupan malam itu juga diramaikan dengan pertunjukan seni budaya lokal, penampilan musisi daerah, dan antusiasme masyarakat yang mencerminkan semangat kebersamaan dan cinta terhadap budaya Dayak sebagai identitas luhur Gunung Mas. (ale)












