PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) kembali melaksanakan kegiatan Operasi Pasar Murah yang dilaksanakan secara bergiliran di 6 Kecamatan. Selain masih rangkaian HUT Kobar ke-66, pasar murah juga untuk membantu meringankankan beban masyarakat, sehubungan kenaikkan harga sembako di pasar.
“Jumlah seluruhnya untuk enam kecamatan sekitar 7.000 paket, per paket isi senilai Rp160.000, namun untuk warga masyarakat hanya dikenakan harga Rp20.000,” kata Wabup Kobar, Rabu 8 Oktober 2025 saat menggelar Operasi Pasar di Kumai.
Sebanyak 1.250 paket, disalurkan untuk warga masyarakat yang telah terdata di empat desa/kelurahan, yaitu Kumai Hulu, Kumai Hilir, Candi, dan Sekonyer. Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, gula 2 kilogram, dan minyak goreng 2 liter .
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi dan membantu daya beli masyarakat khususnya yang kurang mampu.
“Dengan adanya operasi pasar atau pasar murah ini, kita harapkan dapat membantu masyarakat, terutama yang kurang mampu, dalam memenuhi kebutuhan barang pokok secara berkualitas serta menciptakan stabilitas harga di pasaran,” ujar Suyanto.
Menurut Suyanto, memasuki minggu pertama bulan Oktober, harga beberapa komoditas bahan pokok di pasar tradisional terpantau mengalami kenaikan, seperti beras, cabai merah keriting, dan daging ayam ras (broiler).
“Kenaikan harga ini tentunya bisa berdampak terhadap tingkat inflasi daerah, untuk itu salah satu langkah konkret yang kita lakukan ialah melaksanakan pasar murah seperti ini,” imbuhnya.
Suyanto menambahkan Pemkab Kobar berkomitmen untuk terus melakukan berbagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran. Kegiatan pasar murah ini juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok naik. (man)












