KLM Tujuan Sampit Pengangkut Pupuk Tenggelam di Karang Jamuang

IST/BERITASAMPIT - Kapal Layar Motor (KLM) Hasil Karya Bahari karam di tengah laut.

SAMPIT – Perjalanan Kapal Layar Motor (KLM) Hasil Karya Bahari menuju Sampit, Kabupaten Timur (Kotim), berakhir tragis. Kapal pengangkut pupuk itu karam di perairan Karang Jamuang, Gresik, pada Kamis 7 Agustus 2025 lalu.

Kabar kecelakaan laut ini langsung menyebar luas di media sosial. Sejumlah video dan foto yang diunggah warganet memperlihatkan momen menegangkan ketika kapal perlahan mulai tenggelam, sementara awak berupaya menyelamatkan diri dan barang bawaan.

Informasi yang beredar menyebutkan, kapal kargo tradisional tersebut diduga membawa muatan berlebih. Kondisi itu diperparah dengan kerusakan mesin yang terjadi saat kapal melintasi perairan dangkal, membuat upaya penyelamatan semakin sulit.

Beruntung, tidak ada korban jiwa; seluruh anak buah kapal (ABK) dan nakhoda berhasil diselamatkan.

Dalam salah satu unggahan di media sosial, menjelaskan jika Kapal yangtersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Gresik menuju Pelabuhan Sampit pada pukul 02.00 WIB, membawa muatan 550 ton pupuk dolomit dan sejumlah drum kosong.

Sekitar pukul 11.00 WIB, ketika melintas di perairan Karang Jamuang, kapal dihantam ombak besar hingga mengakibatkan kebocoran pada dinding lambung.

Nakhoda mencoba memutar haluan kembali ke Gresik, namun kondisi kapal makin miring hingga akhirnya tenggelam.

“Para kru berupaya bertahan dengan menggunakan peralatan seadanya sebelum akhirnya diselamatkan nelayan setempat dan dibawa ke pengeboran Saka,” ungkap salah seorang saksi yang melihat di lokasi kejadian.

Berikut identitas tujuh kru KLM Hasil Karya Bahari:
1. Arifin Yada (52) sebagai nakhoda asal NTB
2.Ismail (37) sebagai KKM asal NTB
3. Muhamad Sultan Al Fauzi (35) asal NTB
4. Andi Arsandi (36) ABK asal NTB
5. Rosid (40) ABK asal NTB
6. Sahbudi (34) ABK asal Jabar
7. Mohamad Tang (58) ABK asal Bugis.

Dalam kejadian tersebut, meski tidak menelan korban jiwa, namun kerugian material berkisar miliaran rupiah.

Adapun dugaan sementara penyebab karamnya kapal itu tersebut dikarenakan kapal mengalami kebocoran lambung kapal akibat terpaan ombak yang besar.

“Dugaan sementara, penyebabnya adalah kebocoran pada lambung kapal. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar,” ujarnya.

Oktavianto

baca juga ...  Mahasiswa Guncang Polda Kalteng, Suarakan Dugaan Represi Polisi dari Kinipan hingga Seruyan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!