PALANGKA RAYA – Hutan Kota Nyaru Menteng tetap jadi magnet wisata di tengah perkembangan Kota Palangka Raya. Berlokasi di Km 28 Jalan Tjilik Riwut, kawasan ini tak hanya ramai dikunjungi warga lokal, tapi juga menarik wisatawan luar daerah hingga mancanegara.
Di balik kondisinya yang kini asri, Nyaru Menteng punya sejarah panjang. Kawasan ini dulunya merupakan area Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang mulai dieksploitasi sejak 1974.
Pada 1988, fungsi kawasan mulai bergeser menjadi bumi perkemahan dan arboretum, sebelum akhirnya berkembang menjadi kawasan konservasi seperti sekarang.
Dengan luas sekitar 65,2 hektare, Nyaru Menteng kini berperan sebagai ruang terbuka hijau, pusat edukasi, hingga lokasi konservasi orangutan. Beragam flora dan fauna khas Kalimantan juga dilestarikan di kawasan ini, menjadikannya semacam laboratorium alam terbuka.
Perubahan signifikan terjadi setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan melakukan renovasi kawasan Arboretum Nyaru Menteng Berkah yang kembali dibuka pada Mei 2024. Pembenahan mencakup penataan kawasan hingga perbaikan fasilitas agar lebih nyaman bagi pengunjung.
Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengatakan pengelolaan kawasan ini diarahkan tidak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga pusat konservasi dan edukasi lingkungan.
“Nyaru Menteng bukan hanya tempat wisata, tetapi pusat konservasi dan edukasi. Kawasan ini harus bisa memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat. Konsep “green oxygen” yang diusung menegaskan fungsi kawasan sebagai paru-paru kota yang penting di tengah tekanan pembangunan,” ucapnya, Minggu 5 April 2026.
Salah satu pengunjung, Inggar, mengaku merasakan perubahan signifikan setelah revitalisasi. Serta menilai kawasan kini lebih tertata dan nyaman untuk dikunjungi bersama keluarga.
“Sekarang lebih rapi dan bersih. Anak-anak juga bisa belajar tentang alam dan satwa di sini. Transformasi Nyaru Menteng dari kawasan eksploitasi menjadi ruang konservasi dinilai menjadi contoh pengelolaan hutan kota yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” ungkapnya. (yud)












